بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق
والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره
ومقداره العظيم أما بعد,
Alhamdulillah
segala puji bagi allah yang telah menciptakan jin dan manusia, yang
telah menciptakan langit dan bumi dengan Keagungan dan kebesarannya kita masih dapat menikmati sejuknya udara
yang
kita hirup setiap detik setiap menit bahkan sampai bertahun-tahun kita bersyukur kepada allah
yang telah menciptakan kita yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dan karna allah-lah makalah ini saya buat.
Shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada sesosok
yang telah menyempurnakan agama islam, manusia bukan seperti manusia,
melainkan rasul yang diutus oleh allah Subhanahu WaTa’ala, baginda Nabi Muhammad
Sallallahu Alaihi Wasallam, dan keluarganya, para sahabatnya , serta para
pengikutnya yang senantiasa istiqomah dalam menjalankan ajaran – ajarannya.
Ditengah
era globalisasi ini mengalir dengan derasnya kebudayaan jahiliyah yang
terulang kembali, mengikis habis menggusur nilai-nilai robbani dan rohani kita dalam kemajuan dan kemoderenan sehingga umat islam banyak
yang tertipu dan terpedaya.
Yang
terhormat kepada pengasuh pondok pesantren Daarul Mughni Almaaliki KH. Mustopa Mughni
M.A beserta keluarganya semoga diberi kemudahan dalam segala urusannya.
Dan
tak lupa juga kepada pengajar Laptopisasi pelajaran hadits Ust. Rahmatullah S.pdi dan Ust.
Ahmad Syamsuri S.pdi semoga ilmu yang
telah diberikan dapat bermanfaat bagi masyarakat dan ummat khususnya bagi santri yang
belajar.
Makalah Hadits
“Hukum Membaca Tahlil”
BAB 1 Pendahuluan
A.
Latar Belakang
Dalam Makalah ini akan dijelaskan Hukum tentang Membaca Tahlil
B.
Rumusan Masalah
Pembaca yang budiman,
mungkin anda pernah mendengar atau melihat ada orang yang
bilang membaca tahlil bid’ah tidak dibolehkan.
Sehingga mayoritas orang awam,Seakan-akan menganggap itu benar benar tidak dibolehkan.
Tapi apakah demikian halnya?
C.
Tujuan Kajian
Mencari masalah baru : Hukum Tahlil yang bid’ah
Membandingkan masalah yang ada :Tahlil dengan Solawat atau bacaan quran
Mencontohkan masalah dengan teori
: permasalahan yang di
bahas sesuai dengan peristiwa atau kejadian pada zaman rasul sesuai dalil – dalil dari
al-quran dan hadits
BAB 2 Pembahasan
A.
Isi Materi
1540- وَعَنْأَبِيهُرَيْرَةَ - رضياللهعنه - قَالَ: قَالَرَسُولُاَللَّهِ -
صلىاللهعليهوسلم - - مَاجَلَسَقَوْمٌمَجْلِسًا, يَذْكُرُونَاَللَّهَإِلَّاحَفَّتْبِهِمُالْمَلَائِكَةُ,
وَغَشِيَتْهُمُالرَّحْمَةُ, وَذَكَرَهُمُاللَّهُفِيمَنْعِنْدَهُ - أَخْرَجَهُمُسْلِم
ٌ
1540. Dari Abu Hurairah Radliyallaahu
'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihiwa Sallam bersabda:
"Suatu kaum tidak duduk dalam suatu tempat untuk berdzikir kepada Allah,
kecuali mereka dikelilingi oleh para malaikat dan di liputi rahmat, dan Allah
menyebut mereka termasuk orang-orang yang ada di dekat-Nya." Riwayat Muslim.
1542- وَعَنْأَبِيأَيُّوبَ - رضياللهعنه - قَالَ: قَالَرَسُولُاَللَّهِ - صلىاللهعليهوسلم
- - مَنْقَالَ: لَاإِلَهَإِلَّااَللَّهُ, وَحْدَهُلَاشَرِيكَلَهُعَشْرَمَرَّاتٍ, كَانَكَمَنْأَعْتَقَأَرْبَعَةَأَنْفُسٍمِنْوَلَدِإِسْمَاعِيلَ
- مُتَّفَقٌعَلَيْهِ .
1542. Dari Abu Ayyub al-Anshory Radliyallaahu
'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda:
"Barang siapa membaca (artinya = Tidak ada Tuhan Selain Allah, yang
Maha Esa tiada sekutu bagi-Nya, segala kerajaan dan puji hanya milik-Nya
dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu) sepuluh kali, ia seperti orang yang
memerdekakan empat belas orang dari anak Ismail." Muttafaq Alaihi.
1543- وَعَنْأَبِيهُرَيْرَةَ - رضياللهعنه - قَالَ: قَالَرَسُولُاَللَّهِ -
صلىاللهعليهوسلم - - مَنْقَالَ: سُبْحَانَاَللَّهِوَبِحَمْدِهِمِائَةَمَرَّةٍحُطَّتْخَطَايَاهُ,
وَإِنْكَانَتْمِثْلَزَبَدِاَلْبَحْرِ - مُتَّفَقٌعَلَيْهِ .
1543. Dari Abu Hurairah Radliyallaahu
'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihiwa Sallam bersabda:
"Barang siapa membaca (artinya = Mahasuci Allah dan aku memuji-Nya) seratus
kali, dihapuslah segala dosanya walaupun laksana buih air laut."
Muttafaq Alaihi.
1545- وَعَنْأَبِيسَعِيدٍاَلْخُدْرِيِّ - رضياللهعنه - قَالَ: قَالَرَسُولُاَللَّهِ
- صلىاللهعليهوسلم - - اَلْبَاقِيَاتُاَلصَّالِحَاتُ: لَاإِلَهَإِلَّااَللَّهُ, وَسُبْحَانَاَللَّهِ,
وَاَللَّهُأَكْبَرُ, وَالْحَمْدُلِلَّهِ, وَلَاحَوْلَوَلَاقُوَّةَإِلَّابِاَللَّهِ
- أَخْرَجَهُالنَّسَائِيُّ, وَصَحَّحَهُاِبْنُحِبَّانَ, وَالْحَاكِمُ .
1545. Dari Abu Said al-Khudry Radliyallaahu
'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihiwa Sallam bersabda: "Bacaan yang
kekal dan baik ialah (artinya = Tidak ada Tuhan selain Allah, Maha suci Allah, Allah
Maha besar, segala puji milik Allah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan kehendak
Allah)." Riwayat Nasa'i. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban dan Hakim
1546- وَعَنْسَمُرَةَبْنِجُنْدُبٍ - رضياللهعنه - قَالَ: قَالَرَسُولُاَللَّهِ
- صلىاللهعليهوسلم - - أَحَبُّاَلْكَلَامِإِلَىاَللَّهِأَرْبَعٌ, لَايَضُرُّكَبِأَيِّهِنَّبَدَأْتَ:
سُبْحَانَاَللَّهِ, وَالْحَمْدُلِلَّهِ, وَلَاإِلَهَإِلَّااَللَّهُ, وَاَللَّهُأَكْبَرُ
- أَخْرَجَهُمُسْلِمٌ .
1546. Dari Samurah Ibnu Jundab Radliyallaahu
'anhu bahwa Rasulullah saw bersabda: "Ucapan yang paling disukai Allah
itu empat, engkau boleh memulainya dengan kalimat mana saja, yaitu (artinya = Maha suci
Allah, segalapujimilik Allah, tidak ada Tuhan selain Allah, dan Allah
Maha besar)." Riwayat Muslim.
BAB 3 Penutup
A.
Kesimpulan Dan Saran
Tahlil merupakan doa dan zikir kepada allah
SWT yang tidak mengandung kesyirikan di dalamnya meskipun itu bid’ah tetapi hasanah
(bid’ah yang dibolehkan / baik)
B.
Penutup
Tangan terhenti diujung jari
Mengetik makalah di akhir ini
Semoga allah memberikan hidayah kepada kita semua. Memang,
kebenaran hanyalah milik allah namun kita harus mencari jalan kebenaran supaya tak tersesat dari jalannya.
Cukup sekian dan terima kasih
Created By; Muhammad Ismail (6a)http://ismailnewbie.blogspot.com/2017/04/hukum-membaca-tahlil.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar