Sabtu, 01 April 2017

Hukum Membaca Tahlil



بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم أما بعد,
 
                Alhamdulillah segala puji bagi allah yang telah menciptakan jin dan manusia, yang telah menciptakan langit dan bumi dengan Keagungan dan kebesarannya kita masih dapat menikmati sejuknya udara yang kita hirup setiap detik setiap menit bahkan sampai bertahun-tahun kita bersyukur kepada allah yang telah menciptakan kita yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dan karna allah-lah makalah ini saya buat.
                Shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada sesosok yang telah menyempurnakan agama islam, manusia bukan seperti manusia, melainkan rasul yang diutus oleh allah Subhanahu WaTa’ala, baginda Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam, dan keluarganya, para sahabatnya , serta para pengikutnya yang senantiasa istiqomah dalam menjalankan ajaran – ajarannya.
                Ditengah era globalisasi ini mengalir dengan derasnya kebudayaan jahiliyah yang terulang kembali, mengikis habis menggusur nilai-nilai robbani dan rohani kita dalam kemajuan dan kemoderenan sehingga umat islam banyak yang tertipu dan terpedaya.
                Yang terhormat kepada pengasuh pondok pesantren Daarul Mughni Almaaliki KH. Mustopa Mughni M.A beserta keluarganya semoga diberi kemudahan dalam segala urusannya.
                Dan tak lupa juga kepada pengajar Laptopisasi pelajaran hadits Ust. Rahmatullah S.pdi dan Ust. Ahmad Syamsuri S.pdi semoga ilmu yang telah diberikan dapat bermanfaat bagi masyarakat dan ummat khususnya bagi santri yang belajar.

Makalah Hadits

“Hukum Membaca Tahlil”
BAB 1 Pendahuluan
A.      Latar Belakang
Dalam Makalah ini akan dijelaskan Hukum tentang Membaca Tahlil

B.      Rumusan Masalah
Pembaca yang budiman, mungkin anda pernah mendengar atau melihat ada orang yang bilang membaca tahlil bid’ah tidak dibolehkan.
Sehingga mayoritas orang awam,Seakan-akan menganggap itu benar benar tidak dibolehkan. Tapi apakah demikian halnya?

C.      Tujuan Kajian
Mencari masalah baru : Hukum Tahlil yang bid’ah
Membandingkan masalah yang ada :Tahlil dengan Solawat atau bacaan quran
Mencontohkan masalah dengan teori : permasalahan  yang di bahas sesuai dengan peristiwa atau kejadian pada zaman rasul sesuai dalil – dalil dari al-quran dan hadits
BAB 2 Pembahasan
A.      Isi Materi
1540- وَعَنْأَبِيهُرَيْرَةَ - رضياللهعنه - قَالَ: قَالَرَسُولُاَللَّهِ - صلىاللهعليهوسلم - - مَاجَلَسَقَوْمٌمَجْلِسًا, يَذْكُرُونَاَللَّهَإِلَّاحَفَّتْبِهِمُالْمَلَائِكَةُ, وَغَشِيَتْهُمُالرَّحْمَةُ, وَذَكَرَهُمُاللَّهُفِيمَنْعِنْدَهُ - أَخْرَجَهُمُسْلِم ٌ
1540.       Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihiwa Sallam bersabda: "Suatu kaum tidak duduk dalam suatu tempat untuk berdzikir kepada Allah, kecuali mereka dikelilingi oleh para malaikat dan di liputi rahmat, dan Allah menyebut mereka termasuk orang-orang yang ada di dekat-Nya." Riwayat Muslim.
1542- وَعَنْأَبِيأَيُّوبَ - رضياللهعنه - قَالَ: قَالَرَسُولُاَللَّهِ - صلىاللهعليهوسلم - - مَنْقَالَ: لَاإِلَهَإِلَّااَللَّهُ, وَحْدَهُلَاشَرِيكَلَهُعَشْرَمَرَّاتٍ, كَانَكَمَنْأَعْتَقَأَرْبَعَةَأَنْفُسٍمِنْوَلَدِإِسْمَاعِيلَ - مُتَّفَقٌعَلَيْهِ .
1542.       Dari Abu Ayyub al-Anshory Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Barang siapa membaca (artinya = Tidak ada Tuhan Selain Allah, yang Maha Esa tiada sekutu bagi-Nya, segala kerajaan dan puji hanya milik-Nya dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu) sepuluh kali, ia seperti orang yang memerdekakan empat belas orang dari anak Ismail." Muttafaq Alaihi.

1543- وَعَنْأَبِيهُرَيْرَةَ - رضياللهعنه - قَالَ: قَالَرَسُولُاَللَّهِ - صلىاللهعليهوسلم - - مَنْقَالَ: سُبْحَانَاَللَّهِوَبِحَمْدِهِمِائَةَمَرَّةٍحُطَّتْخَطَايَاهُ, وَإِنْكَانَتْمِثْلَزَبَدِاَلْبَحْرِ - مُتَّفَقٌعَلَيْهِ .
1543.       Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihiwa Sallam bersabda: "Barang siapa membaca (artinya = Mahasuci Allah dan aku memuji-Nya) seratus kali, dihapuslah segala dosanya walaupun laksana buih air laut." Muttafaq Alaihi.

1545- وَعَنْأَبِيسَعِيدٍاَلْخُدْرِيِّ - رضياللهعنه - قَالَ: قَالَرَسُولُاَللَّهِ - صلىاللهعليهوسلم - - اَلْبَاقِيَاتُاَلصَّالِحَاتُ: لَاإِلَهَإِلَّااَللَّهُ, وَسُبْحَانَاَللَّهِ, وَاَللَّهُأَكْبَرُ, وَالْحَمْدُلِلَّهِ, وَلَاحَوْلَوَلَاقُوَّةَإِلَّابِاَللَّهِ - أَخْرَجَهُالنَّسَائِيُّ, وَصَحَّحَهُاِبْنُحِبَّانَ, وَالْحَاكِمُ .
1545.       Dari Abu Said al-Khudry Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihiwa Sallam bersabda: "Bacaan yang kekal dan baik ialah (artinya = Tidak ada Tuhan selain Allah, Maha suci Allah, Allah Maha besar, segala puji milik Allah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan kehendak Allah)." Riwayat Nasa'i. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban dan Hakim

1546- وَعَنْسَمُرَةَبْنِجُنْدُبٍ - رضياللهعنه - قَالَ: قَالَرَسُولُاَللَّهِ - صلىاللهعليهوسلم - - أَحَبُّاَلْكَلَامِإِلَىاَللَّهِأَرْبَعٌ, لَايَضُرُّكَبِأَيِّهِنَّبَدَأْتَ: سُبْحَانَاَللَّهِ, وَالْحَمْدُلِلَّهِ, وَلَاإِلَهَإِلَّااَللَّهُ, وَاَللَّهُأَكْبَرُ - أَخْرَجَهُمُسْلِمٌ .
1546.       Dari Samurah Ibnu Jundab Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah saw bersabda: "Ucapan yang paling disukai Allah itu empat, engkau boleh memulainya dengan kalimat mana saja, yaitu (artinya = Maha suci Allah, segalapujimilik Allah, tidak ada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha besar)." Riwayat Muslim.

BAB 3 Penutup
A.      Kesimpulan Dan Saran
Tahlil merupakan doa dan zikir kepada allah SWT yang tidak mengandung kesyirikan di dalamnya meskipun itu bid’ah tetapi hasanah (bid’ah yang dibolehkan / baik)
B.      Penutup
Tangan terhenti diujung jari
Mengetik makalah di akhir ini
Semoga allah memberikan hidayah kepada kita semua. Memang, kebenaran hanyalah milik allah namun kita harus mencari jalan kebenaran supaya tak tersesat dari jalannya. Cukup sekian dan terima kasih




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Topik Baru

Mars Daarul Mughni

Para santri daarul mughni siap membela agama Alquran hadits hafalkanlah jadikanlah pedoman Berjuanglah berkhidmatlah demi kejayaan islam ...